Kultum 7 Menit
Tema: Bersyukur Sebelum Dipanggil — Mengingat Kematian
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…
Segala puji bagi Allah SWT…
Yang masih memberi kita satu nikmat besar hari ini…
Nikmat yang sering kita lupa…
Nikmat…
masih hidup…
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Malam ini…
Saya ingin mengajak kita merenung…
Tentang dua hal…
Yang selalu berjalan bersama…
Syukur…
dan kematian…
1. Kita Sering Bersyukur Setelah Kehilangan
Hadirin…
Kadang manusia itu aneh…
Kita baru sadar nikmat…
Setelah nikmat itu hilang…
Kita baru sadar berharganya sehat…
Saat kita sakit…
Kita baru sadar berharganya orang tua…
Saat mereka sudah tiada…
Kita baru sadar berharganya waktu…
Saat waktu itu habis…
Padahal…
Allah sudah memberi kita begitu banyak…
Setiap hari…
Tanpa kita minta…
2. Nikmat Terbesar: Satu Hari Lagi Hidup
Hadirin…
Coba kita renungkan…
Pagi tadi…
Kita bangun…
Masih bisa membuka mata…
Masih bisa bernapas…
Masih bisa berjalan…
Masih bisa makan…
Masih bisa berbicara…
Itu semua…
bukan hal biasa…
Itu karunia…
Karena tidak semua orang…
diberi kesempatan bangun pagi ini…
Ada yang tadi malam tidur…
Tapi tidak pernah bangun lagi…
3. Kematian Itu Pasti, Tapi Waktunya Rahasia
Hadirin…
Kematian bukan untuk orang tua saja…
Kematian bukan untuk orang sakit saja…
Kematian tidak kenal usia…
Allah berfirman:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian…”
(QS. Ali ‘Imran: 185)
Dan yang paling membuat kita diam adalah…
Kita tidak tahu…
Apakah Ramadhan ini Ramadhan terakhir…
Apakah malam ini malam terakhir…
Apakah setelah kultum ini…
kita masih punya waktu…
4. Kalau Besok Kita Dipanggil, Apa yang Kita Bawa?
Hadirin…
Kalau hari ini Allah memanggil kita…
Apa yang kita bawa?
Harta tidak ikut…
Jabatan tidak ikut…
Popularitas tidak ikut…
Yang ikut hanya…
amal…
doa…
dan hati yang kembali kepada Allah…
Maka syukur bukan hanya ucapan “Alhamdulillah”…
Syukur adalah menggunakan hidup…
untuk taat…
sebelum hidup itu selesai…
5. Syukur Itu Memperbaiki Diri Sebelum Terlambat
Hadirin…
Bersyukur berarti sadar…
Bahwa setiap napas adalah kesempatan…
Setiap sujud adalah hadiah…
Setiap hari adalah peluang taubat…
Jangan tunggu sampai kita berada di liang lahat…
baru ingin shalat lebih khusyuk…
Jangan tunggu sampai kita kehilangan…
baru ingin memeluk orang tua…
Jangan tunggu sampai ajal datang…
baru ingin berubah…
Karena kematian tidak menunggu kita siap…
Penutup (Hening)
Hadirin yang dirahmati Allah…
Mari kita diam sejenak…
Tarik napas perlahan…
Napas ini adalah nikmat…
Dan nikmat ini…
bisa dicabut kapan saja…
Maka mari bersyukur…
Bukan besok…
Tapi sekarang…
Mari taat…
Bukan nanti…
Tapi hari ini…
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur…
Dan ketika ajal datang…
kita dipanggil dalam keadaan husnul khatimah…
Aamiin ya Rabbal ‘alamin…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.