Materi Kultum 7 Menit: Bersyukur kepada Allah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita bisa berkumpul di tempat yang mulia ini.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan kita semua sebagai umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan singkat ini, saya ingin menyampaikan kultum dengan tema:
“Bersyukur kepada Allah SWT”
1. Syukur adalah Perintah Allah
Bersyukur bukan hanya sekadar ucapan “Alhamdulillah”, tetapi merupakan perintah langsung dari Allah SWT.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepada kalian.”
(QS. Ibrahim: 7)
Ayat ini menunjukkan bahwa syukur adalah kunci bertambahnya nikmat. Semakin kita bersyukur, semakin Allah tambahkan kebaikan dalam hidup kita.
2. Nikmat Allah Sangat Banyak
Kadang kita lupa bahwa nikmat Allah itu tidak terhitung jumlahnya.
Allah berfirman:
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
“Jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya.”
(QS. An-Nahl: 18)
Coba kita renungkan…
- Kita masih diberi napas
- Masih diberi kesempatan hidup
- Masih diberi keluarga
- Masih diberi rezeki
- Bahkan masih diberi kesempatan untuk beribadah
Itu semua adalah nikmat yang luar biasa.
3. Bentuk-Bentuk Syukur
Syukur itu tidak hanya di lisan, tapi ada tiga bentuk utama:
a. Syukur dengan hati
Menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah, bukan semata-mata karena usaha kita.
b. Syukur dengan lisan
Memperbanyak ucapan:
- Alhamdulillah
- Memuji Allah
- Mengingat kebaikan-Nya
c. Syukur dengan perbuatan
Menggunakan nikmat untuk hal yang baik.
Jika diberi kesehatan → gunakan untuk ibadah.
Jika diberi ilmu → ajarkan kepada orang lain.
Jika diberi rezeki → bantu sesama.
Itulah syukur yang sebenarnya.
4. Syukur Membawa Ketenangan Hidup
Orang yang bersyukur akan lebih bahagia dan tenang, karena fokusnya pada nikmat yang ada, bukan kekurangan yang belum dimiliki.
Rasulullah SAW bersabda:
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dalam urusan dunia, dan jangan melihat kepada orang yang di atas kalian. Itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.”
(HR. Muslim)
Syukur membuat hati kita tidak mudah iri, tidak mudah mengeluh, dan lebih dekat kepada Allah.
5. Jangan Jadi Hamba yang Kufur Nikmat
Sebaliknya, jika manusia kufur nikmat, maka nikmat itu bisa dicabut.
Allah memperingatkan:
“Jika kalian kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS. Ibrahim: 7)
Maka jangan sampai kita termasuk orang yang hanya ingat Allah saat susah, tapi lupa ketika senang.
Penutup
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,
Mari kita jadikan syukur sebagai kebiasaan setiap hari.
Syukur bukan membuat hidup tanpa masalah, tetapi membuat hati kuat menghadapi masalah.
Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang pandai bersyukur dan Allah tambahkan nikmat-Nya kepada kita semua.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.