Kultum 7 Menit
Tema: Bersyukur, Kunci Hidup Tenang
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kepada kita begitu banyak nikmat, nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, dan nikmat kesempatan untuk berkumpul dalam majelis yang insyaAllah penuh berkah ini.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, dan kita semua sebagai umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan kultum singkat ini, saya ingin mengajak diri saya dan jamaah sekalian untuk merenungkan satu hal yang sering kita ucapkan, tapi kadang kita lupakan maknanya, yaitu:
Bersyukur kepada Allah SWT
1. Syukur Itu Bukan Sekadar Kata
Kita sering mengucapkan Alhamdulillah.
Tapi pertanyaannya, apakah Alhamdulillah itu hanya sekadar kebiasaan di lisan?
Syukur yang sebenarnya bukan hanya ucapan, tapi kesadaran dalam hati bahwa semua yang kita miliki hari ini adalah karunia Allah.
Allah SWT berfirman:
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka itu semua berasal dari Allah.”
(QS. An-Nahl: 53)
Jadi apapun yang kita nikmati, sekecil apapun, semuanya dari Allah.
2. Nikmat yang Sering Kita Lupakan
Hadirin yang dirahmati Allah,
Kadang kita baru sadar nikmat itu berharga setelah nikmat itu hilang.
Contohnya kesehatan.
Saat sehat, kita jarang bersyukur.
Tapi saat sakit, kita baru sadar betapa nikmatnya bisa berjalan, makan, tidur dengan tenang.
Begitu juga dengan waktu.
Hari ini kita masih diberi umur, masih bisa shalat, masih bisa mendengar adzan.
Itu semua adalah nikmat yang luar biasa.
Allah SWT berfirman:
“Jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan mampu menghitungnya.”
(QS. An-Nahl: 18)
3. Syukur Membuat Hidup Lebih Bahagia
Hadirin sekalian,
Banyak orang mengira bahagia itu kalau punya banyak harta.
Padahal, bahagia itu bukan soal banyaknya yang dimiliki, tapi soal pandainya hati mensyukuri.
Ada orang yang hartanya sedikit tapi hatinya tenang.
Ada juga orang yang hartanya banyak tapi hidupnya gelisah.
Kenapa?
Karena syukur adalah sumber ketenangan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik baginya… jika mendapat nikmat ia bersyukur, itu baik baginya.”
(HR. Muslim)
Artinya, orang beriman selalu untung:
dapat nikmat → bersyukur
dapat ujian → bersabar
4. Cara Bersyukur yang Benar
Syukur itu ada tiga tingkatan:
a. Syukur dengan hati
Meyakini bahwa nikmat datang dari Allah, bukan semata karena usaha kita.
b. Syukur dengan lisan
Memperbanyak ucapan:
- Alhamdulillah
- Memuji Allah
- Mengingat kebaikan-Nya
c. Syukur dengan amal
Inilah yang paling penting.
Kalau Allah beri ilmu → gunakan untuk kebaikan.
Kalau Allah beri rezeki → bantu orang lain.
Kalau Allah beri waktu → gunakan untuk ibadah.
Syukur bukan hanya menikmati nikmat, tapi menggunakan nikmat untuk taat.
5. Jangan Sampai Kufur Nikmat
Hadirin yang dirahmati Allah,
Allah sudah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
“Jika kalian bersyukur, Aku tambah nikmat kalian. Tapi jika kalian kufur, azab-Ku sangat pedih.”
(QS. Ibrahim: 7)
Kufur nikmat bukan berarti tidak punya nikmat, tapi lupa bahwa nikmat itu dari Allah.
Kadang manusia sibuk meminta tambahan, tapi lupa berterima kasih atas yang sudah diberikan.
Penutup
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,
Mari kita latih diri menjadi hamba yang bersyukur.
Karena syukur itu bukan membuat hidup tanpa masalah,
tetapi membuat hati kuat menghadapi masalah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bersyukur, dan Allah tambahkan nikmat serta keberkahan dalam hidup kita.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.